Kenapa Ban Mobil Bisa Benjol

Kenapa Ban Mobil Bisa Benjol

Tak jarang, pemilik mobil dikagetkan dengan kondisi ban yang mengalami benjol di bagian dinding atau permukaan.

Kasus ini tak bisa dianggap remeh. Pasalnya ban mobil yang benjol sangat berbahaya, bahkan berpotensi menyebabkan pecah ban. Lantas, apa penyebabnya dinding atau permukaan ban bisa benjol?

Menurut Aan Nugroho Product Development Manager Otobox Supermarket Ban Indonesia, ban benjol disebabkan tekanan udara yang kurang yang kemudian mengalami kontak fisik dengan benda keras.

“Ban dengan tekanan udara rendah kemudian menabrak benda keras, seperti batu, trotoar, dan lubang, akan menyebabkan dinding ban tergencet. Gesekan berlebihan antara pelek dan permukaan jalan secara tiba-tiba, lalu membuat benang di samping ban putus,” ucap Aan.

Umumnya, saat kawat dinding putus ban tidak langsung benjol, tetapi akan terlihat jika proses pengisian udara. Jadi, saat udara mengisi rongga bekas kawat ban yang putus, maka akan muncul benjolan pada dinding ban.

“Kalau ada kawat samping yang putus, udara akan mengisi ruang hampa. Kemudian, penampakan fisik luar ban akan terlihat benjol,” katanya. Ilham Hermawan Pemilik Bengkel Sarang Knalpot dan Ban Semarang mengatakan, tekanan udara ban yang kurang dari standar tidak baik jika dibiarkan.

Ban kempis bisa menyebabkan struktur kekuatan ban berubah. “Ban kempis dalam waktu yang lama bisa menyebabkan karet ban usia pakainya lebih singkat. Kemudian, kawat ban bisa putus yang berisiko menyebabkan kerusakan ban,” kata Ilham.

Untuk itu, Ilhma mengingatkan, para pemilik mobil agar rutin melakukan cek kondisi tekanan udara. Baiknya lagi, jika dibarengi cek fisik kondisi keseluruhan ban.

Komponen Kaki-Kaki Mobil Dan Cara Cek Kondisinya

Komponen Kaki-Kaki Mobil Dan Cara Cek Kondisinya

Komponen kaki-kaki mobil memegang peran penting dalam kenyamanan dan pengendalian kendaraan.

Oleh karena itu kondisi setiap komponennya wajib menjadi perhatian. Pemeriksaan secara mandiri sangat mungkin untuk dilakukan sebagai langkah awal mendeteksi kerusakan.

Katakanlah Anda sedang asyik berkendara dengan mobil kesayangan. Tiba-tiba dihadapkan pada jalanan yang permukaannya agak “keriting”.

Mau tak mau Anda harus melewatinya. Kemudian Anda mendengar suara kasar muncul dari bagian undercarriage kendaraan.

Umumnya suara tersebut terdengar seperti ada bagian yang oblak di area sekitar roda.

Kondisi tersebut merupakan salah satu tanda sudah waktunya melakukan pengecekan komponen kaki-kaki mobil.

Contoh lain ialah saat kestabilan mobil sudah mulai berkurang terutama di kecepatan tinggi.

Dalam menghadapi kondisi seperti itu biasanya hal yang pertama kali terpikir oleh pemilik ialah melakukan spooring.

Hal tersebut ada benarnya karena spooring akan kembali mengatur sudut roda agar lurus lagi. Namun, upaya spooring juga sebenarnya percuma jika kondisi kaki-kaki mobil sudah “berantakan”.

 

Komponen Kaki-Kaki Mobil

Apa itu kaki-kaki mobil ?

Pertanyaan ini mungkin terlintas di pikiran para awam ketika pertama kali mendengarnya.

Istilah kaki-kaki mobil mengacu pada serangkaian komponen yang berada di undercarriage atau bagian bawah kendaraan terutama yang berhubungan dengan roda.

Itu artinya meliputi shockbreaker, rack steer, tie road, ball joint, laher roda, dan sebagainya. 

Ya, kaki-kaki mobil memang terdiri dari banyak komponen. Namun, bagi Anda yang masih awam tak perlu khawatir karena dalam ulasan kali ini akan dibahas satu per satu. 

Sekaligus cara melakukan pemeriksaan sendiri sebagai langkah awal mendeteksi adanya kerusakan. 

Pengecekan komponen kaki-kaki mobil bisa dimulai dari area kap mesin untuk memeriksa support shockbreaker. 

Fungsi komponen adalah sebagai bantalan bagi shockbreaker di bodi kendaraan. Bentuknya semacam karet bundar dan memiliki bearing alias laher di dalamnya. 

Pengecekan kondisi bisa dimulai dengan memerhatikan visualnya. Jika karet support shockbreaker sudah getas sampai retak-retak artinya “minta” diganti. 

Cara lain, putarlah setir ke kanan dan ke kiri. Support shockbreaker yang sudah rusak akan mengeluarkan bunyi. Suara tersebut disebabkan kondisi laher di dalamnya sudah aus. 

Setelah itu pengecekan bisa dilanjutkan ke komponen shockbreaker. Sangat mudah untuk menemukan keberadaan komponen ini karena akan langsung terlihat di belakang roda. 

Pengecekan kondisi bisa dilakukan dengan melihat apakah ada kebocoran pelumasnya. 

Caranya dengan coba mengangkat boot rubber atau karet penutup yang berada di balik per shockbreaker. 

Jika terlihat adanya kebocoran atau rembesan oli itu artinya mesti segera dilakukan perbaikan. 

Sementara untuk mengetes performa shockbreaker bisa dengan cara mengayunkan roda. Shockbreaker yang masih bagus punya ayunan minim, misalnya hanya satu kali gerakan naik turun. 

Sebaliknya, jika ayunannya terjadi berkali-kali berarti shockbreaker sudah lemah. 

Sayangnya, pengetesan ini lebih mudah jika mobil diangkat lebih dulu dengan car lift yang notabene hanya bisa ditemui di bengkel. 

Untuk laher roda, pengecekan visual tergolong sulit dilakukan karena posisinya tertutup komponen-komponen lain. 

Namun, untungnya pengecekan dari segi fungsi cukup mudah. Langkah pertama yang perlu dilakukan ialah mendongkrak roda yang hendak dicek. 

Setelah roda terangkat, cobalah untuk memutarnya ka arah belakang. Bersamaan dengan itu, pegang shockbreaker yang berada di belakangnya. 

Laher yang sudah rusak bisa dideteksi dari adanya getaran kasar pada shockbreaker ketika roda diputar 

Ulasan mengenai ketiga komponen ini sengaja dijadikan satu karena seluruhnya berada dalam satu rangkaian. 

Pada foto di atas, keberadaan tie rod, rack end, dan steering rack bisa dilihat pada besi warna silver yang melintang secara horizontal.  

Ketiga komponen ini sangat berpengaruh pada pengendalian mobil karena terhubung dengan lingkar setir di dalam kabin.  

Oleh karena itu, kondisinya cukup menentukan kestabilan pengendaraan. 

Pengecekan kondisi bisa dilakukan dengan cara mendongkrak roda depan lebih dulu. Kemudian goyangkan roda roda depan ke arah kanan dan kiri. 

Gejala kerusakan biasanya ditandai dengan adanya oblak. Selain itu, oblak juga kerap ditemui pada “benjolan” rack steering yang posisinya berada di balik karet boot.  

Posisi ball joint bisa bisa ditemui di bawah tie rod, tapi keduanya tidak berhubungan secara langsung. 

Faktanya ball joint adalah komponen yang menghubungkan roda ke sasis kendaraan atau lebih tepatnya lower arm. 

Sesuai namanya, ball joint memiliki bentuk semacam bola, tapi tidak akan terlihat dari luar karena tertutup karet. 

Untuk memeriksa kondisinya, pertama-tama perhatikan karet hitam yang menutupinya. Sering kali karet tersebut mengalami robek sehingga olinya keluar dan kotoran masuk mengotori bolanya. 

Setelah itu, periksa fungsinya dengan cara menggerakkan roda menggunakan tangan, mirip ketika mengecek tie rod. 

Bedanya, pengecekan dilakukan dengan menggerakkan roda ke atas dan bawah. 

Biar lebih akurat, usahakan untuk mendongkrak mobil terlebih dahulu di bagian lower arm-nya. 

Pada foto di atas, komponen link stabilizer dapat dilihat wujudnya berupa besi yang berdiri secara vertikal yang bagian atasnya menempel dengan shockbreaker. 

Sedangkan stabilizer itu sendiri merupakan besi yang menempel pada bagian bawah link stabilizer dengan posisi horizontal. 

Pengecekan stabilizer bisa dilakukan dengan memberinya pukulan “halus” menggunakan tangan. Jika terasa ada oblak maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.  

Hal ini biasanya disebabkan karet bushing yang bentuknya semacam huruf “D” sudah mengalami cacat. 

Kerusakan karet bushing tersebut menjadi salah satu sumber bunyi berisik pada kaki-kaki mobil. 

Sementara itu, pengecekan terhadap link stabilizer dapat dilakukannya dengan menggoyangkannya langsung menggunakan tangan. 

Lower arm pada dasarnya merupakan komponen berbahan metal yang cukup kuat. Namun, lower arm memiliki dua buah karet bushing di depan dan belakangnya. 

Karet-karet inilah yang kerap mengalami penurun kondisi seiring usia pemakaian. 

Untuk mengetahui kondisinya bisa dilakukan pengecekan visual. Selain itu, pemilik kendaraan juga bisa menggoyang-goyangkan sambungan bushing tersebut dengan bantuan besi pengungkit. 

Jika karet-karet bushing tersebut sudah rusak maka sebaiknya segera lakukan penggantian.  

Karet bushing untuk beberapa mobil hanya dijual satu paket dengan lower arm-nya. Hal ini akan membuat biaya penggantian lebih mahal. 

Pengecekan lower arm akan lebih mudah jika mobil berada di atas car lift. 

Komponen kaki-kaki mobil yang disebutkan di atas memang terpusat pada roda depan. Lantas, bagaimana dengan roda belakang?

Hal yang bisa dilakukan antara lain pengecekan laher dengan cara yang sama dengan roda depan.

Namun, selain itu roda belakang juga memiliki komponen trailing arm yang fungsinya mirip lower arm, menghubungkan roda ke sasis. 

Nah, trailing arm memiliki karet-karet bushing yang juga perlu dicek. Caranya mirip dengan pengecekan ball joint, yaitu menggerakkan roda ke arah atas dan ke bawah.

Jika karetnya sudah rusak maka akan terasa oblak. Selain itu, pengecekan juga bisa dilakukan langsung pada lokasi bushing tersebut menggunakan besi pengungkit.

5 Pertanda Switch Temperatur Mobil Mulai Bermasalah

5 Pertanda Switch Temperatur Mobil Mulai Bermasalah

Meskipun posisinya tidak terlihat, switch temperatur mobil merupakan komponen yang berperan mengoptimalkan kinerja mesin. Switch temperatur memiliki fungsi untuk meredam air pendingin supaya tidak menuju radiator. Kemudian menjaga temperatur agar masih dalam batas wajar.

Jika komponen ini rusak, biasanya akan mengeluarkan ciri-ciri yang dapat dirasakan. Dilansir dari beberapa sumber, berikut ciri-ciri switch temperatur mobil rusak.

Jika kondisinya bermasalah maka akan selalu tertutup dengan suhu temperatur ruangan.

Jika temperatur berada di 30 derajat namun sudah terbuka, sudah dipastikan kondisi tersebut mengalami permasalahan. 

Saat kalian mengalami kondisi ini, tidak ada jalan lain selain menukar switch temperatur dengan yang baru.

Berbeda dengan di atas, ciri kedua adalah jika temperatur berada di angka 90 derajat namun masih saja belum terbuka itu menandakan bahwa switch temperatur mengalami macet.

Ini mengakibatkan air radiator tidak dapat bekerja secara maksimal sehingga akan menyebabkan mesin tetap dalam kondisi panas.

Masih sama halnya dengan beberapa permasalahan di atas. Jika switch temperatur mengalami kerusakan dan secara terus menerus terbuka dapat mengakibatkan mesin bekerja secara lambat. Pada saat kalian mengalami kondisi ini, ada baiknya segera membawa mobil menuju bengkel terdekat.

Beberapa orang mungkin belum memahami jika komponen yang satu ini rusak akan mengakibatkan bahan bakar menjadi boros. Ini dikarenakan kondisi temperatur mesin yang rendah sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih banyak.

Jika kalian terlalu lama membiarkan permasalahan ini maka akan dikhawatirkan mobil mengalami kerusakan yang cukup parah.

Ciri terakhir adalah mesin menjadi mudah overheat. Kondisi ini ditandai dengan pada saat perjalanan mobil akan terasa seperti menggelitik, ac menjadi pans, dan performa mobil menurun. Sehingga solusi yang tepat adalah mengganti switch temperatur.

Boleh atau Tidak Nitrogen Dicampur Angin Biasa

Boleh atau Tidak Nitrogen Dicampur Angin Biasa

Tak sedikit pemilik kendaraan yang masih bingung soal boleh atau tidak mencampur nitrogen dengan udara biasa saat akan mengisi tekanan ban kendaraan.

Hal tersebut karena adanya tanggapan-tanggapan mengenai efek buruk. Lalu, apakah benar demikian ?

Product Development Manager Otobox Supermarket Ban Indonesia Aan Nugroho mengatakan, mencampur angin nitrogen dan udara biasa cukup berisiko. Kondisi tersebut karena ada perbedaan masa bobot tekanan udara tidak direkomendasikan karena berpengaruh pada suhu permukaan ban.

“Suhu udara yang tidak stabil mengakibatkan ban lebih cepat panas”. Menurut Aan, perbedaan tekanan udara antara angin biasa dengan nitrogen bisa menyebabkan kualitas karet kompon ban menurun.

Salah satunya terkait elastisitas karet yang sebelumnya lentur menjadi keras imbas adanya tekanan berlebihan dari dalam ban.  Tak hanya itu, risiko korosi pada pelek juga bisa terjadi karena oksigen dan nitrogen yang tercampur menghasilkan uap air tinggi.

“Semakin besar kandungan oksigen di dalam angin, semakin tinggi kemungkinannya mengikat air. Jumlah air yang semakin banyak di dalam pelek mempercepat pembentukan karat,” ujar Aan.

Parkir Pakai Mobil Matik, Hati-hati Salah Injak Pedal

Parkir Pakai Mobil Matik, Hati-hati Salah Injak Pedal

Parkir mundur menggunakan mobil bisa menjadi hal yang cukup sulit untuk pengemudi pemula. Saat memarkirkan mobilnya, pengemudi harus lebih waspada dan memperhatikan area parkir, terkhusus buat pengemudi mobil matik.

Dikutip dari otomotif.kompas.com, Training Director The Real Driving Centre (RDC) Marcell Kurniawan menjelaskan, bahwa pengemudi harus lebih waspada saat parkir mundur. Terutama, ketika pengemudi salah menginjak pedal.

Tidak jarang terjadi kecelakaan akibat pengemudi mobil salah menginjak pedal ketika parkir, berujung kendaraan menabrak objek lain yang ada di sekitarnya seperti mobil parkir, toko, hingga pejalan kaki.

“Masalah para pengguna mobil matik kebanyakan tidak sadar bahwa yang diinjak adalah pedal gas, untuk itu apabila akan melakukan parkir harus tetap waspada, apalagi parkir mundur,” ucap Marcell.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Marcell menyarankan pengemudi untuk menempatkan kaki hanya pada pedal rem, bukan pedal gas. Pedal gas seharusnya hanya diinjak jika memang mobil kehilangan tenaga, itupun disarankan dilakukan perlahan. Setelah itu, kaki harus kembali ke pedal rem.

Kemudian, pengemudi harus memastikan area parkir sudah aman dan bebas dan objek yang berpotensi mengganggu keselamatan. Perlu diingat, pengemudi jangan hanya sekadar mengandalkan spion saat parkir mundur. Karena, tetap ada beberapa area yang tidak terlihat dari spion karena terhalang blind spot.

Penting bagi pengemudi untuk sesekali menengok ke belakang, bukan hanya melihat ke arah spion. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada objek yang terlewat akibat berada di area blind spot mobil.

Selain itu, gunakan juga teknologi yang ada pada mobil. Misalnya, kamera mundur yang memberikan pandangan luas area belakang mobil untuk pengemudi. 

“Karena memang blind spot di belakang kendaraan itu besar, anak umur di bawah lima tahun saja bisa tidak terlihat dari spion tengah kendaraan. Jadi saya sarankan pakai sensor parkir atau kamera mundur,” ucap Marcell.

5 Tips Cara Mudah Merawat Mobil Agar Performa Tetap Terjaga

5 Tips Cara Mudah Merawat Mobil Agar Performa Tetap Terjaga

Merawat mobil agar performa tetap terjaga adalah aktivitas yang wajib dilakukan agar nyaman dan aman digunakan, apalagi saat ingin berpergian jauh. 

Mobil yang terawat tidak hanya membuat nyaman pengendaranya, tapi juga membuat mobil awet dan tidak mudah rusak. 

Namun, beberapa orang merasa kebingungan bagaimana cara merawat mobilnya agar performa mobil tetap terjaga setiap saat. 

Oleh karena itu, inilah cara mudah merawat mobil yang bisa Anda lakukan. 

Supaya mobil Anda terawat dengan baik, Anda harus selalu mengecek dan memperhatikan kondisi mobil Anda setiap harinya.  

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengecek kondisi tekanan angin pada ban. 

Anda harus memastikan tekanan angin ban sesuai informasi pabrikan, karena tidak semua jenis mobil mempunyai kapasitas tekanan yang sama. 

Jika Anda ingin mengetahui letak informasi tekanan ban mobil Anda, Anda bisa melihatnya pada bagian frame pilar pintu depan pengemudi (bawah jok pengemudi). 

Selain cek tekanan ban, Anda juga perlu memastikan kondisi rem selalu dalam keadaan optimal. 

Rem adalah komponen penting agar keselamatan Anda dalam berkendara terjamin, maka jangan lupa mengganti kampas rem secara berkala. 

Rajin-rajinlah memanaskan mesin mobil Anda agar mesin selalu terlumasi. 

Mobil yang tidak pernah dipanaskan akan membuat mesinnya aus karena oli mengendap terlalu lama, sehingga bisa mempercepat kerusakan pada mesin. 

Selain itu, rajin memanaskan mesin berguna untuk meningkatkan daya listrik pada aki. 

Anda tidak perlu memanaskan mesin setiap hari, cukup sekitar 2-3 kali dalam seminggu, serta hindari memanaskan mesin terlalu lama, karena bisa membuang-buang bensin. 

Pastikan kondisi lampu dan wiper mobil dalam keadaan baik. Periksa keadaan lampu-lampu mobil dan pastikan tidak ada yang mati satupun. 

Bagian wiper, Anda juga bisa cek kecepatan gerakan wiper. 

Jika Anda mendapati gerakan yang tidak biasa, kemungkinan ada kerusakan di bagian wiper. 

Kedua komponen ini penting di cek secara rutin karena bisa membantu perjalanan Anda di keadaan tertentu, seperti malam hari dan cuaca hujan. 

Kondisi mobil yang bersih dapat membuat perjalanan Anda nyaman dan menyenangkan. 

Anda perlu membersihkan semua kursi mobil, karpet dan dashboard mobil dari debu maupun kotoran menggunakan lap atau vacum cleaner agar mobil terlihat bersih. 

Jika perlu, Anda juga bisa sesekali mencuci bagian luar mobil agar mengkilap dan enak dipandang. 

Mengecek kondisi oli dan rutin mengganti cairan pada radiator jika sudah keruh penting dilakukan agar performa mesin tetap stabil. 

Oli yang berfungsi sebagai pelumas mesin dan radiator sebagai penjaga suhu mesin agar tidak terlalu panas harus selalu dicek apalagi jika ingin perjalanan jauh.

Cara Mudah Merawat Jok Kulit Mobil di Rumah

Cara Mudah Merawat Jok Kulit Mobil di Rumah

Merawat interior mobil mulai dari dasbor, karpet, door trim, hingga jok sama pentingnya seperti bagian lain dalam upaya menjaga kenyamanan saat berkendara.

Dikutip dari otomotif.kompas.com, Namun, masih terdapat beberapa bagian yang kerap untuk dilupakan padahal fungsinya tidak kalah krusial seperti jok, khususnya yang berbahan kulit.

Padahal sebagaimana dikatakan oleh Owner Emirate Car Interior, Ahmad, hal tersebut tidaklah sulit. Hanya saja pemilik harus mengetahui jenis kulit apa yang digunakan, apakah asli atau sintesis.

“Terlepas dari itu, jok mobil yang berbahan kulit asli maupun sintetis itu akan cepat lusuh apabila kita tidak merawatnya dengan baik, dan akan mengurangi tampilan dari interior mobil.”

Lebih jauh, membersihkan jok kulit asli dan sintetis juga untuk mencegah jamur menempel di jok dan mencegah adanya goresan tipis di jok mobil yang akan menimbulkan abrasi.

Menurut Ahmad, langkah pertama yang harus dilakukan untuk merawat jok kulit mobil ialah dengan cara dibersihkan menggunakan pengki dan sikat yang berbulu lembut.

“Tapi harus berhati-hati pada jok kulit jangan sampai menggores kulit dengan sengaja. Menyapu jok mobil kulit akan menghilangkan debu dan kotoran yang menumpuk serta di sela sempit,” ujarnya.

Apabila tidak ada, bisa pilih spons atau sokat gigi berbulu halus yang dipadukan dengan cairan pembersih khusus. Gosok secara perlahan dan lap kembali menggunakan kain microfiber bersih.

Setelah itu, gunakan pembersih khusus jok mobil yang tidak memiliki bahan kimia kuat. Sebab bila terlalu kuat, bisa berdampak buruk bagi kondisi jok, bahkan dapat membuat warnanya memudar. 

“Untuk aplikasinya dapat menggunakan kain microfiber bersih yang dicampurkan dengan sedikit pembersih jok kulit dan gosok permukaan dengan lembut dengan hati hati,” kata Ahmad.

“Harus dipastikan juga kain microfiber yang digunakan untuk lap terakhir adalah kain yang berbeda yang digunakan untuk mengoles cairan pembersih jok,” ucap Ahmad, menambahkan.

Jika sudah selesai, pemilik bisa menggunakan gel kondisioner untuk memastikan kulit jok tetap lembut dan terhindar dari kerusakan seperti pecah-pecah atau mengerut. Terakhir yang harus dilakukan, menurut Ahmad, ialah merawat secara berkala dan rutin. 

Lakukan dengan rentang waktu 3-6 bulan, tergantung dari seberapa sering menggunakan mobil tersebut. “Kunci untuk menjaga keawetan dari jok mobil kulit asli maupun sintetis adalah merawatnya secara rutin dan berkala.

Jika jok mobil Anda dirawat dengan rutin, dapat dipastikan keawetannya dan interior mobil Anda akan selalu terlihat segar dan nyaman.”

5 Tips Cara Mudah Merawat Mobil Agar Performa Tetap Terjaga

5 Tips Cara Mudah Merawat Mobil Agar Performa Tetap Terjaga

Merawat mobil agar performa tetap terjaga adalah aktivitas yang wajib dilakukan agar nyaman dan aman digunakan, apalagi saat ingin berpergian jauh. Mobil yang terawat tidak hanya membuat nyaman pengendaranya, tapi juga membuat mobil awet dan tidak mudah rusak. Namun, beberapa orang merasa kebingungan bagaimana cara merawat mobilnya agar performa mobil tetap terjaga setiap saat. Oleh karena itu, inilah cara mudah merawat mobil yang bisa Anda lakukan. Supaya mobil Anda terawat dengan baik, Anda harus selalu mengecek dan memperhatikan kondisi mobil Anda setiap harinya.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengecek kondisi tekanan angin pada ban.

Anda harus memastikan tekanan angin ban sesuai informasi pabrikan, karena tidak semua jenis mobil mempunyai kapasitas tekanan yang sama. Jika Anda ingin mengetahui letak informasi tekanan ban mobil Anda, Anda bisa melihatnya pada bagian frame pilar pintu depan pengemudi (bawah jok pengemudi). Selain cek tekanan ban, Anda juga perlu memastikan kondisi rem selalu dalam keadaan optimal. Rem adalah komponen penting agar keselamatan Anda dalam berkendara terjamin, maka jangan lupa mengganti kampas rem secara berkala.

Rajin-rajinlah memanaskan mesin mobil Anda agar mesin selalu terlumasi. Mobil yang tidak pernah dipanaskan akan membuat mesinnya aus karena oli mengendap terlalu lama, sehingga bisa mempercepat kerusakan pada mesin. Selain itu, rajin memanaskan mesin berguna untuk meningkatkan daya listrik pada aki. Anda tidak perlu memanaskan mesin setiap hari, cukup sekitar 2-3 kali dalam seminggu, serta hindari memanaskan mesin terlalu lama, karena bisa membuang-buang bensin.

Pastikan kondisi lampu dan wiper mobil dalam keadaan baik. Periksa keadaan lampu-lampu mobil dan pastikan tidak ada yang mati satupun. Bagian wiper, Anda juga bisa cek kecepatan gerakan wiper. Jika Anda mendapati gerakan yang tidak biasa, kemungkinan ada kerusakan di bagian wiper. Kedua komponen ini penting di cek secara rutin karena bisa membantu perjalanan Anda di keadaan tertentu, seperti malam hari dan cuaca hujan.

Kondisi mobil yang bersih dapat membuat perjalanan Anda nyaman dan menyenangkan. Anda perlu membersihkan semua kursi mobil, karpet dan dashboard mobil dari debu maupun kotoran menggunakan lap atau vacum cleaner agar mobil terlihat bersih. Jika perlu, Anda juga bisa sesekali mencuci bagian luar mobil agar mengkilap dan enak dipandang.

Mengecek kondisi oli dan rutin mengganti cairan pada radiator jika sudah keruh penting dilakukan agar performa mesin tetap stabil. Oli yang berfungsi sebagai pelumas mesin dan radiator sebagai penjaga suhu mesin agar tidak terlalu panas harus selalu dicek apalagi jika ingin perjalanan jauh. Anda bisa melakukan ini sendiri di rumah atau jika mengalami kesusahan Anda bisa bawa ke bengkel mobil terdekat.

Kaki-kaki Mobil Punya Peran Penting pada Keselamatan Berkendara

Kaki-kaki Mobil Punya Peran Penting pada Keselamatan Berkendara

Dilihat dari letak dan fungsinya, kaki-kaki mobil memang menjadi salah satu kunci keselamatan saat berkendara. Dari ban, rem, hingga roda kemudi menjadi rangkaian bagian yang cukup vital dalam menunjang keselamatan.

Dikutip dari otomotif.kompas.com, Bayangkan mobil tanpa ban yang sehat, maka sangat berisiko bila dikendarai di jalan, terlebih pada kecepatan tinggi. Ketika tiba-tiba mengalami pecah ban atau kempis, maka laju kendaraan menjadi tidak terkendali dan berpotensi terjadi kecelakaan.

Tidak hanya ban, bagian lain yang lebih besar dan lebih penting juga sama saja. Maka dari itu, menjaga kesehatan kaki-kaki menjadi penting.
 
Contoh mobil dengan memiliki kemudi yang tidak stabil, lari kanan lari kiri, sangat berbahaya jika dikendarai pada kecepatan tertentu. Termasuk kemampuan kemudi dalam menjaga kelurusan dalam kecepatan tinggi.

Jika terlalu ringan bisa sangat berbahaya, mobil berpotensi hilang kendali saat pengendara lengah. Maka dari itu spooring  termasuk sangat penting demi menjaga kemampuan kemudi tersebut.

Service Manager Setiawan Spooring Rudy Antono mengatakan, banyak orang yang tak menyadari kaki-kaki memegang peran penting dalam menunjang keselamatan, termasuk di dalamnya untuk melakukan spooring.

“Kalau bicara soal safety itu sebenarnya nomor satu driver-nya, nomor dua sebenarnya kaki-kakinya, termasuk spooring itu tadi. Jadi, kaki-kaki yang tidak prima itu berpotensi menimbulkan kecelakaan, tapi sedikit orang yang menyadarinya,” ucap Rudy.

Rudy mengatakan, dalam melakukan spooring, bengkelnya tak akan asal-asalan. Hal pertama harus melakukan pengencekan kondisi komponen dari peredam kejut, arm, rack steer, hingga kondisi ban. Ini menandakan, sektor kaki-kaki memang tidak bisa dipandang remeh.

Semua komponen perlu dipastikan kondisinya lebih dulu, baru disempurnakan melalui spooring atau balancing.

Risiko Pasang Ban Mobil Beda Ukuran

Risiko Pasang Ban Mobil Beda Ukuran

Selain mesin, ban mobil menjadi komponen yang memiliki kerja cukup keras lantaran posisinya yang langsung bersinggungan dengan jalan.

Dikutip dari otomotif.kompas.com, Karena itu, ban mobil memiliki usai pakai. Bila sudah sudah tak layak atau rusak, otomatis harus mengganti dengan yang baru.

Tapi dalam pergantian ban, kerap pemilik mobil terpaksa mengaplikasi jenis yang berbeda dari yang sudah digunakan. Baik dari segi ukuran atau alurnya.

Pertanyaanya, apakah mengganti ban dengan dimensi yang berbeda sah-sah saja dilakukan, termasuk dengan alurnya.

Menjawab hal ini, Training Director Safety Defensive Consultat Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, jika menggunakan ban yang berbeda ukuran akan membuat kendaraan tidak stabil.
 
“Alur permukaan ban adalah bagian utama yang bergesekan dengan aspal, sehingga pada sisi tertentu habis tidak merata. Sehingga daya cengkram tidak lagi maksimal,” ujarnya kepada Kompas.com, belum lama ini.

Kenyamanan dan performa mobil, sangat bergantung pada ukuran ban yang dipilih. Bila salah, skenario terburuknya rentan mengalami kecelakaan akibat hilang kendali.

Menurut Sony, saat memasuki waktu penggantian karakteristik ban yang dipakai mobil baiknya tetap sama seperti yang terpasang. Tepatnya, menyesuaikan ukuran ban asli pabrikan.

Dari sisi keamanan, ban mobil bagian kanan dan kiri harus sama, baik dari segi ukuran maupun merek. Namun untuk ban depan belakang boleh berbeda.

Sony menyarankan, jangan sembarangan menggunakan ban beda ukuran, dari tinggi dan lebar, termasuk pattern harus sama dengan sebelumnya. Dengan begitu grip ban akan sama dengan lainnya.
 
Tapi soal penggantian tidak harus langsung bersamaan keempatnya, sah-sah saja jika hanya mengganti dua ban dahulu.  “Ban yang masih bagus harus di taruh di posisi belakang.

Kemudian nanti, bila ada biaya lagi beli dua lagi untuk menyamakan baik itu ukuran, pattern dan merek bannya,” tutup Sony.