Biar Gak Licin Tekanan Angin Ban Harus Dikurangi Saat Musim Hujan Ini Faktanya

Alasan Licin, Benarkah Anggapan Tekanan Angin Ban Harus Dikurangi Saat Musim Hujan, Ini Penjelasannya. Hujan dengan intensitas yang tinggi mulai mengguyur di sejumlah wilayah di Tanah Air. Tentu saja dengan kondisi hujan, kondisi jalanan aka menjadi lebih licin dan dan tergenang oleh air hujan.

Karena kondisi tersebut, muncul anggapan kalau tekanan angin ban kendaraan harus dikurangi saat musim hujan. Tujuan dari mengurangi tekanan angin ban kendaraan agar ban lebih ‘menggigit’ permukaan jalan, hingga tidak selip saat melewati genangan air.

Namun, benar atau enggak sih dengan munculnya anggapan tersebut?

Sony Susmana selaku Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) dikutip dari otomania.gridoto.com menegaskan. Bahwa anggapan mengurangi tekanan angin ban kendaraan tersebut adalah suatu kesalahan yang beredar luas di kalangan masyarakat.

Kenapa?

“Itu pengetahuan yang keliru, ban yang tekanan anginnya dikurangi sama aja dengan ban kempes,” ucap pria yang akrab disapa Sony. “Ban yang kempis, grip atau cengkramannya hanya ada di sisi kanan dan sisi kiri, sedangkan bagian tengahnya cenderung ada ruang yang justru akan menjadi titik tangkap air sehingga potensi aquaplanning semakin besar,” jelasnya.

Oleh karenanya, pria asal Yogyakarta ini menganjurkan pemilik kendaraan jangan mengurangi atau menambah tekanan angin ban kendaraan mereka.”Tekanan angin ban harus selalu sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Tekanan angin ban hanya dinaikkan saat muatannya berlebih,” tukasnya “Lalu tekanan angin ban hanya boleh dikurangi saat mobil melalui jalan lumpur berat. Dengan catatan ban tersebut berkonstruksi nilon atau bias,” tutup Sony Susmana.